Jumat, 19 November 2010

Saatnya yang muda yang berKOPERASI.....

Berkoperasi, mengapa harus gengsi? Kini saatnya koperasi tampil bersama pemuda. Sudah saatnya yang tua mundur dan yang muda tampil memajukan negara dengan sokoguru perekonomian Indonesia, yakni koperasi.

Apa Untungnya Berkoperasi

Jika kita berkoperasi, maka posisi tawar kita akan menjadi kuat, karena dengan membeli atau menjual secara bersama-sama kita akan memperoleh harga yang pantas. Berikut beberapa keuntungan berkoperasi:

1. Peningkatan Skala Usaha. Koperasi memberikan kesempatan pada anggota untuk menjual atau membeli barang jasa secara bersama-sama, sehingga biaya yang timbul menjadi lebih rendah.
2. Pemasaran. Koperasi menampung hasil produksi anggota dan menjualnya kepasar atau kemitra usaha, dengan menjual secara bersama-sama melalui koperasi, maka biaya yang dikeluarkan oleh setiap anggota menjadi lebih rendah, dibandingkan dengan menjual perindividu.
3. Pengadaan Barang dan Jasa. Koperasi menyediakan barang dan jasa kebutuhan anggota. Dengan membeli secara bersama-sama melalui koperasi, maka memungkinkan anggota untuk mendapatkan barang daan jasa dalam jumlah dan kualitas yang baik dan harga yang bagus.
4. Fasilitas Kredit. Koperasi memberikan kemudahan bagi anggota yang membutuhkan fasilitas kredit dalam bentuk proses yang cepat dan mudah melalui usaha simpan pinjam Koperasi
5. Pembagian Sisa Hasil Usaha. Sebagai anggota kita akan memperoleh bagian Sisa Hasil Usaha (SHU), besarnya SHU dihitung berdasarkan transaksi dan besarnya pertisipasi modal melalui simpanan pokok dan simpanan wajib yang telah diserahkan kepada koperasi.

hayoo....anak muda, majukan negara kita dengan memajukan koperasi kita.....

Senin, 01 November 2010

mengapa koperasi kalah saing dengan perusahaan swasta?

mengapa koperasi kalah saing dengan perusahaan swasta?
1. Imej koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalambenak orang – orang Indonesia sehingga, menjadi sedikit penghambat dalam pengembangan koperasi menjadi unit ekonomi yang lebih besar ,maju dan punya daya saing dengan perusahaan – perusahaan besar.
2. Perkembangan koperasi di Indonesia yang dimulai dari atas (bottom up )tetapi dari atas (top down),artinya koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah. Berbeda dengan yang di luar negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran masyarakat untuk saling membantu memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan yang merupakan tujuan koperasi itu sendiri, sehingga pemerintah tinggal menjadi pendukung dan pelindung saja. Di Indonesia, pemerintah bekerja double selain mendukung juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga rakyat menjadi mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi.
3. Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari anggota nya sendiri terhadap pengurus.
4. Manajemen koperasi yang belum profesional, ini banyak terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.. Contohnya banyak terjadi pada KUD KUD yang nota bene di daerah terpencil. Banyak sekali KUD yang bangkrut karena manajemenya kurang profesional baik itu dalam sistem kelola usahanya, dari segi sumberdaya manusianya maupun finansialnya. Sering banyak terjadi KUD hanya menjadi tempat bagi pengurusnya korupsi dana dana bantuan pemerintah yang banyak mengucur. Karena hal itu, jadilah KUD banyak dinilai negatif dan disingkat Ketua Untung Duluan.
5. Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan. Dengan pengawasan dan bantuan akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.
6. Prinsip koperasi Rochdale bagian kerjasama dan sukarela serta terbuka , tidak dijalankan dengan baik di Indonesia. Kenapa saya bilang begitu, karena kalau kita lihat koperasi Indonesia bersifat tertutup dan terjadi pengkotak kotakan. Keanggotaan koperasi hanya berlaku untuk yang seprofesi, misal koperasi nelayan anggotanya nelayan saja, koperasi guru anggotanya guru saja. Ini menyebabkan pergerakan koperasi tidak maksimal, walaupun sudah di bentuk koperasi sekunder tetapi belum mampu menyatukan kerja sama antar koperasi yang berbeda beda jenis.
Agar koperasi mampu bertahan, kita harus;
1. Mengganti Imej koperasi yang masih kelas dua menjadi kelas pertama. Dengan memperkenalkan koperasi lebih gencar dan menonjolkankelebihan-kelebihan koperasi.
2. Menambahkan tingkat kesadaran masyarakat akan keunggulan-keunggulan koperasi.
3. Menambah Tingkat partisipasi anggota koperasi. Dengan meningkatkan sosialisasi yang secara optimal kepada anggota koperasi.
4. Meningkatkan kinerja manajeman koperasi.
5. Membiarkan koperasi menjadi badan usaha yang mandiri dengan tidak selalu memberikan dana segar kepada koperasi.
6. Menjadikan koperasi sebagai badan usaha terbuka dan menyatukan kerja sama antar koperasi.

1. Imej koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalambenak orang – orang Indonesia sehingga, menjadi sedikit penghambat dalam pengembangan koperasi menjadi unit ekonomi yang lebih besar ,maju dan punya daya saing dengan perusahaan – perusahaan besar.
2. Perkembangan koperasi di Indonesia yang dimulai dari atas (bottom up )tetapi dari atas (top down),artinya koperasi berkembang di indonesia bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke bawah. Berbeda dengan yang di luar negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran masyarakat untuk saling membantu memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan yang merupakan tujuan koperasi itu sendiri, sehingga pemerintah tinggal menjadi pendukung dan pelindung saja. Di Indonesia, pemerintah bekerja double selain mendukung juga harus mensosialisasikanya dulu ke bawah sehingga rakyat menjadi mengerti akan manfaat dan tujuan dari koperasi.
3. Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari anggota nya sendiri terhadap pengurus.
4. Manajemen koperasi yang belum profesional, ini banyak terjadi di koperasi koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.. Contohnya banyak terjadi pada KUD KUD yang nota bene di daerah terpencil. Banyak sekali KUD yang bangkrut karena manajemenya kurang profesional baik itu dalam sistem kelola usahanya, dari segi sumberdaya manusianya maupun finansialnya. Sering banyak terjadi KUD hanya menjadi tempat bagi pengurusnya korupsi dana dana bantuan pemerintah yang banyak mengucur. Karena hal itu, jadilah KUD banyak dinilai negatif dan disingkat Ketua Untung Duluan.
5. Pemerintah terlalu memanjakan koperasi, ini juga menjadi alasan kuat mengapa koperasi Indonesia tidak maju maju. Koperasi banyak dibantu pemerintah lewat dana dana segar tanpa ada pengawasan terhadap bantuan tersebut. Sifat bantuanya pun tidak wajib dikembalikan. Tentu saja ini menjadi bantuan yang tidak mendidik, koperasi menjadi ”manja” dan tidak mandiri hanya menunggu bantuan selanjutnya dari pemerintah. Selain merugikan pemerintah bantuan seperti ini pula akan menjadikan koperasi tidak bisa bersaing karena terus terusan menjadi benalu negara. Seharusnya pemerintah mengucurkan bantuan dengan sistem pengawasan nya yang baik, walaupun dananya bentuknya hibah yang tidak perlu dikembalikan. Dengan pengawasan dan bantuan akan membantu koperasi menjadi lebih profesional, mandiri dan mampu bersaing.
6. Prinsip koperasi Rochdale bagian kerjasama dan sukarela serta terbuka , tidak dijalankan dengan baik di Indonesia. Kenapa saya bilang begitu, karena kalau kita lihat koperasi Indonesia bersifat tertutup dan terjadi pengkotak kotakan. Keanggotaan koperasi hanya berlaku untuk yang seprofesi, misal koperasi nelayan anggotanya nelayan saja, koperasi guru anggotanya guru saja. Ini menyebabkan pergerakan koperasi tidak maksimal, walaupun sudah di bentuk koperasi sekunder tetapi belum mampu menyatukan kerja sama antar koperasi yang berbeda beda jenis.
Agar koperasi mampu bertahan, kita harus;
1. Mengganti Imej koperasi yang masih kelas dua menjadi kelas pertama. Dengan memperkenalkan koperasi lebih gencar dan menonjolkankelebihan-kelebihan koperasi.
2. Menambahkan tingkat kesadaran masyarakat akan keunggulan-keunggulan koperasi.
3. Menambah Tingkat partisipasi anggota koperasi. Dengan meningkatkan sosialisasi yang secara optimal kepada anggota koperasi.
4. Meningkatkan kinerja manajeman koperasi.
5. Membiarkan koperasi menjadi badan usaha yang mandiri dengan tidak selalu memberikan dana segar kepada koperasi.
6. Menjadikan koperasi sebagai badan usaha terbuka dan menyatukan kerja sama antar koperasi.

Senin, 11 Oktober 2010

Jika saya menjadi Presiden, kiat-kiat untuk memajukan KOPERASI di Indonesia

Menjadi seorang Presiden? Menjadi seorang presiden di negara seperti Indonesia ini tidaklah mudah karena banyak yang harus dilakukan presiden demi memajukan negara Indonesia. Presiden saat ini yaitu Bpk Susilo bambang Yudhoyono sudah malakukan yang terbaik untuk bangsa ini terutama dalam memajukan ekonomi dan koperasi Indonesia. Dalam pidatonya pada tanggal 15 Juli 2010, presiden berkata:
"Saudara-saudara,
Itu pertanyaan yang lazim disampaikan. Sekarang ada pertanyaan yang lain, apakah koperasi di Indonesia ini semuanya sudah baik? Jawabanya sebagian sudah baik, maju, berkembang, bahkan sering mendapatkan penghargaan dari dunia, sebagian terus terang belum. Setuju? Apanya yang belum baik? Ibarat seorang dokter akan menyembuhkan penyakit seseorang harus ketemu dia sakit mengapa, jangan sampai salah obat, jangan sampai salah resep, bukannya sembuh, sakitnya makin menjadi-jadi, koperasi juga demikian.

Maka pengalaman saya bertemu dengan pengurus koperasi, anggota koperasi di seluruh pelosok tanah air, hampir 6 tahun ini, kita bisa menyimpulkan. Sebagian dari Koperasi kita belum maju benar, belum sukses benar, karena manajemen dan sumber daya manusianya belum seperti yang kita harapkan. Permodalannya pun sering tidak mencukupi. Kalau koperasi itu berusaha, mutu produk yang dihasilkan, apakah barang dan jasa juga ada yang belum memiliki daya saing yang tinggi.

Memasarkan produknya pun tidak selalu mudah, apalagi menjualnya. Dan banyak juga koperasi didirikan, tetapi melayani anggotanya memberikan sisa hasil usaha pada anggotanya, itu juga belum baik benar. Itulah yang harus kita tingkatkan, yang harus kita perbaiki, yang harus disempurnakan secara bersama. Oleh karena itu, saya menginstruksikan dan saya mengajak pejabat-pejabat yang saya sebut setelah ini untuk tahun-tahun mendatang benar-benar dengan serius mengatasi masalah-masalah itu, agar koperasi kita terus tumbuh dan berkembang.

Siapa pejabat itu? Mulai dari saya, menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, ketua umum Dekopin, gubernur, bupati dan walikota seluruh Indonesia, mitra kerja dari koperasi dan UKM, seperti BUMN, BUMD dan juga swasta. Banyak contoh yang berlangsung sekarang ini, usaha yang besar dengan usaha yang kecil. Oleh karena itu, menteri Perdagangan, menteri Dalam Negeri, menteri Koperasi dan UKM harus dijaga eksistensi pasar tradisional.

Boleh ada hypermart, tapi walikota dan bupati mengaturnya dengan baik, jangan sampai mematikan pasar tradisional. Saya telah banyak meresmikan pasar tradisional selama ini, ternyata bisa berkembang dengan baik, yang penting dijaga kebersihannya, kesehatannya, ketertibannya, dan sebagainya. Dengan demikian, usaha kecil dan mikro, usaha koperasi bisa memasok di pasar-pasar tradisional dan tentunya dengan policy yang baik, juga bisa masok di hypermart ataupun di pasar-pasar modern. Itu yang harus kita lakukan, yang lain pemberian kredit dan pinjaman model KUR, kredit usaha rakyat harus benar-benar disukseskan.

Tadi kita sudah saksikan kurang lebih 3 trilyun dialirkan untuk usaha di Jawa Timur, mikro, kecil dan menengah tahun 2010 ini saja. Yang dikasih kredit itu hampir setengah juta usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi. Di seluruh tanah air sejak saya luncurkan di Sulawesi Tengah sudah kita alirkan 51 trilyun rupiah. Sampai tahun 2014, 5 tahun terakhir ini, kita berharap kita bisa menyalurkan 100 trilyun rupiah untuk KUR, itu jumlah yang besar sepersepuluh APBN kita, jangan disia-siakan.

Kemudian contohnya mendengar laporan dari gubernur Jawa Timur, kemajuan UKM dan koperasi di Jawa Timur itu contoh. Kalau Jawa Timur bisa, propinsi yang lain juga harus bisa, dengan demikian Indonesia secara keseluruhan koperasinya tumbuh dengan baik.

Akhirnya saudara-saudara, ke depan bagaimana? Tahun-tahun mendatang apa yang mesti kita lakukan, agar kesejahteraan rakyat makin naik, kemiskinan dan pengangguran makin berkurang. Saya mengajak untuk bersama-sama melakukan hal-hal sebagai berikut, koperasi yang sudah ada, kita jaga, makin baik, makin maju, makin mendatangkan manfaat bagi anggotanya. Tetapi tambah lagilah koperasi di provinsi-provinsi, kabupaten dan kota dan dengan demikian, makin kuat ekonomi rakyat kita.

Koperasi setelah itu kita jadikan wahana untuk menolong diri sendiri, mencukupi kebutuhan warganya. Ingat, kalau bersaing di pasar dunia, usaha mikro, kecil dan koperasi bisa kalah dengan usaha-usaha yang besar, meskipun Alhamdulillah sudah banyak koperasi dan UKM yang ikut memasarkan produknya ke dunia. Oleh karena itu, strategi ekonomi Indonesia, kita ingin membesarkan dan memperkuat pasar domestik, pasar dalam negeri, agar semua produk koperasi bisa dijual di negeri sendiri, tidak terlalu banyak urusan biaya dan prosedur untuk mengekspor, meskipun terbuka. Saudara-saudara juga mengekspor ke luar negeri.

Berikutnya lagi, koperasi jangan hanya dijadikan wahana untuk memenuhi kepentingan ekonomi. Tetapi sesuai dengan sejarahnya, baik di dunia maupun di Indonesia, koperasi itu juga ada aspek sosial, paguyuban, gotong-royong, bersatu-padu, tolong-menolong, ada aspek budayanya, juga ada aspek demokrasinya. Pengurusnya baik, memilih pemimpinya baik, satu orang satu suara, itu demokrasi. Jadi insan koperasi itu adalah contoh bagaimana berdemokrasi yang baik negeri ini.

Berikutnya lagi, mari kita dirikan lebih banyak lagi koperasi di komunitas petani, komunitas nelayan, komunitas pekebun, komunitas pekerja, komunitas buruh, komunitas TNI/Polri, semua cabang profesi bikin koperasi-koperasi supaya rakyat kita makin meningkat taraf hidupnya. Saya 30 tahun bertugas di TNI, 15 tahun saya aktif menjadi anggota koperasi mulai pangkat letnan, kapten sampai pangkat mayor dengan gaji pas-pasan waktu itu, di kami sungguh ditolong dengan usaha koperasi.

Tanggal tua ambil barang dulu, gajian bayar. Membeli barang, karena tidak banyak mengambil untung, lumayan lebih murah dan seterusnya. Koperasi menolong mungkin bagi orang kaya tidak terasa, bagi rakyat yang menghadapi persoalan keseharian sangat membantu. Saya dan keluarga merasakan manfaat dari koperasi.

Yang lain, saya senang tadi koperasi kita sudah menganut teknologi informasi yang modern, agar bisa dikenal di seluruh Indonesia dan dunia, bagus dengan telkom tadi. Kemudian silakan mengembangkan kerja sama dengan yang lain-lain.

Saudara-saudara,
Dan akhirnya saya mendukung penuh gerakan masyarakat sadar koperasi, mendukung penuh gerakan minum susu. Kalau anak-anak kita rajin minum susu, akan jadi juara kelas, cerdas. Kalau pemain bola sejak kecil minum susu, jadi juara dunia, bukan hanya Spanyol, Indonesia suatu saat jadi juara asia, juara dunia, kalau kita rajin minum susu. Mari kita bikin susu ini yang baik, terjangkau oleh masyarakat, jangan mahal-mahal harganya dengan demikian, bangsa kita akan makin sehat jasmani dan rohani."
Ini menandakan bahwa presiden Bpk Susilo bambang Yudhoyono sudah malakukan yang terbaik untuk bangsa ini terutama dalam memajukan ekonomi dan koperasi Indonesia.

Namun jika saya yang menjadi presiden, yang saya akan lakukan adalah:
1. Merekrut anggota yg berkompeten

Saya akan membuat koperasi lebih menarik sehingga tidak kalah dengan badan usaha lainnya. Dimulai dari keanggotaan koperasi itu sendiri, pertama saya akan merekrut anggota yang berkompeten dalam bidangnya. Tidak hanya orang yang sekedar mau menjadi anggota melainkan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi. Contohnya dengan mencari pemimpin yang dapat memimpin dengan baik, kemudian pengelolaan dipegang oleh orang yang berkompeten dalam bidangnya masing-masing. Serta perlu dibuat pelatihan bagi pengurus koperasi yang belum berpengalaman.

2. Meningkatkan daya jual koperasi dan melakukan sarana promosi

Untuk meningkatkan daya jual koperasi, yang akan saya lakukan adalah membuat koperasi lebih bagus lagi. Membuat koperasi agar terlihat menarik supaya masyarakat tertarik ntuk membeli di koperasi mungkin dengan cara mengecat dinding koperasi dengan warna-warna yang indah, menyediakan AC, ruangan tertata dengan rapi dan menyediakan pelayanan yang baik sehingga masyarakat puas.

Dan tidak hanya itu, koperasi pun memerlukan sarana promosi untuk mengekspose kegiatan usahanya agar dapat diketahui oleh masyarakat umum seperti badan usaha lainnya salah satu caranya dengan menyebarkan brosur dan membuat spanduk agar masyarakat mengetahuinya. Dengan cara ini diharapkan dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di koperasi.

3. Merubah kebijakan pelembagaan koperasi

Dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat kebijakan pelembagaan koperasi dilakukan degan pola penitipan, yaitu dengan menitipkan koperasi pada dua kekuatan ekonomi lainnya. Oleh sebab itu saya akan merubah kebijakan tersebut agar koperasi dapat tumbuh secara normal layaknya sebuah organisasi ekonomi yang kreatif, mandiri, dan independen.

4. Menerapkan sistem GCG

Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.

Perkembangan koperasi di Indonesia semakin lama semakin menunjukkan perkembangan menggembirakan. Sebagai salah satu pilar penopang perekonomian Indonesia, keberadaan koperasi sangat kuat dan mendapat tempat tersendiri di kalangan pengguna jasanya. Koperasi telah membuktikan bahwa dirinya mampu bertahan di tengah gempuran badai krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia. Keberadaan koperasi semakin diperkuat pula dengan dibentuknya Kementerian Negara Koperasi dan UKM yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan koperasi menjadi lebih berdaya guna. Koperasi sangat diharapkan menjadi soko guru perekonomian yang sejajar dengan perusahaan-perusahaan dalam mengembangkan perekonomian rakyat.
Analogi sederhana yang dikembangkan adalah jika koperasi lebih berdaya, maka kegiatan produksi dan konsumsi yang jika dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil, maka melalui koperasi yang telah mendapatkan mandat dari anggota-anggotanya hal tersebut dapat dilakukan dengan lebih berhasil. Dengan kata lain, kepentingan ekonomi rakyat, terutama kelompok masyarakat yang berada pada aras ekonomi kelas bawah (misalnya petani, nelayan, pedagang kaki lima) akan relatif lebih mudah diperjuangkan kepentingan ekonominya melalui wadah koperasi. Inilah sesungguhnya yang menjadi latar belakang pentingnya pemberdayaan koperasi.

Namun demikian, kenyataan membuktikan bahwa koperasi baru manis dikonsep tetapi sangat pahit perjuangannya di lapangan. Semakin banyak koperasi yang tumbuh semakin banyak pula yang tidak aktif. Bahkan ada koperasi yang memiliki badan hukum namun tidak eksis sama sekali. Hal ini sangat disayangkan karena penggerakan potensi perekonomian pada level terbawah berawal dan diayomi melalui koperasi. Oleh karena itu, koperasi tidak mungkin tumbuh dan berkembang dengan berpegang pada tata kelola yang tradisonal dan tidak berorientasi pada pemuasan keperluan dan keinginan konsumen. Koperasi perlu diarahkan pada prinsip pengelolaan secara modern dan aplikatif terhadap perkembangan zaman yang semakin maju dan tantangan yang semakin global.

Koperasi perlu mencontoh implementasi good corporate governance(GCG) yang telah diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang berbadan hukum perseroan. Implementasi GCG dalam beberapa hal dapat diimplementasikan pada koperasi. Untuk itu, regulator, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM perlu memperkenalkan secara maksimal suatu konsep good cooperative governance (disingkat juga dengan GCG) atau tatakelola koperasi yang baik.
Konsep GCG sektor koperasi perlu dimodifikasi sedemikian rupa untuk menjawab tantangan pengelolaan koperasi yang semakin kompleks. Implementasi GCG perlu diarahkan untuk membangun kultur dan kesadaran pihak-pihak dalam koperasi untuk senantiasa menyadari misi dan tanggung jawab sosialnya yaitu mensejahterakan anggotanya.
Dalam mengimplementasikan GCG, koperasi Indonesia perlu memastikan beberapa langkah strategis yang memadai dalam implementasi GCG. Pertama, koperasi perlu memastikan bahwa tujuan pendirian koperasi benar-benar untuk mensejahterakan anggotanya. Pembangunan kesadaran akan tujuan perlu dijabarkan dalam visi,misi dan program kerja yang sesuai. Pembangunan kesadaran akan mencapai tujuan merupakan modal penting bagi pengelolaan koperasi secara profesional, amanah, dan akuntabel.

5. Memperbaiki koperasi secara menyeluruh

Kementerian Koperasi dan UKM perlu menyiapkan blue print pengelolaan koperasi secara efektif. Blue print koperasi ini nantinya diharapkan akan menjadi panduan bagi seluruh koperasi Indonesia dalam menjalankan kegiatan operasinya secara profesional, efektif dan efisien. Selain itu diperlukan upaya serius untuk mendiseminasikan dan mensosialisasikan GCG koperasi dalam format gerakan nasional berkoperasi secara berkesinambungan kepada warga masyarakat, baik melalui media pendidikan, media massa, maupun media yang lainnya yang diharapkan akan semakin memajukan perkoperasian Indonesia.

6. Membenahi kondisi internal koperasi

Praktik-praktik operasional yang tidak tidak efisien, mengandung kelemahan perlu dibenahi. Dominasi pengurus yang berlebihan dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang menutup celah penyimpangan koperasi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN.

7. Penggunaan kriteria identitas

Penggunaan prinsip identitas untuk mengidentifikasi koperasi adalah suatu hal yang agak baru, dengan demikian banyak koperasiwan yang belum mengenalnya dan masih saja berpaut pada pendekatan-pendekatan esensialis maupun hukum yang lebih dahulu, yang membuatnya sulit atau bahkan tidak mungkin untuk membedakan suatu koperasi dari unit-unit usaha lainnya seperti kemitraan, perusahaan saham atau di Indonesia dikenal dengan Perseroan Terbatas (PT).

Dengan menggunakan kriteria identitas, kita akan mampu memadukan pandangan-pandangan baru dan perkembangan-perkembangan muktahir dalam teori perusahaan ke dalam ilmu koperasi.

8. Menghimpun kekuatan ekonomi dan kekuatan politis

Kebijaksanaan ekonomi makro cenderung tetap memberikan kesempatan lebih luas kepada usaha skala besar. Paradigma yang masih digunakan hingga saat ini menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh usaha skala besar dengan asumsi bahwa usaha tersebut akan menciptakan efek menetes ke bawah. Namun yang dihasilkan bukanlah kesejahteraan rakyat banyak melainkan keserakahan yang melahirkan kesenjangan. Dalam pembangunan, pertumbuhan memang perlu, tetapi pencapaian pertumbuhan ini hendaknya melalui pemerataan yang berkeadilan.

Pada saat ini, belum tampak adanya reformasi di bidang ekonomi lebih-lebih disektor moneter, bahkan kecenderungan yang ada adalah membangun kembali usaha konglomerat yang hancur dengan cara mengkonsentrasikan asset pada permodalan melalui program rekapitalisasi perbankan.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, alternatif terbaik bagi usaha kecil termasuk koperasi adalah menghimpun kekuatan sendiri baik kekuatan ekonomi maupun kekuatan polotis untuk memperkuat posisi tawar dalam penentuan kebijakan perekonomian nasional. Ini bukanlah kondisi yang mustahil diwujudkan, sebab usaha kecil termasuk koperasi jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh wilayah nusantara sehingga jika disatukan akan membentuk kekuatan yang cukup besar.

Dengan ini, mudah-mudahan koperasi di Indonesia lebih maju dari sekarang dan banyak rakyat kecil yang tertolong.

Selasa, 01 Juni 2010

Tugas Tulisan

About Me:

hmmmm.....about me...?
well...i'm a girl(of course, a have a long black curly hair....

I have three cats name BURIKZ, POLTAKZ n EMPENKZ, and I'm also have one dog name UCRIT(I'm a dog n cat lover), I'm a BLUE freaks, I love all my family,I love hang'out with my friend and making joke with them, but sometime I like being alone(just need a time to be alone,)and sometime I write some story just for my collection. I'm a LONDON,UK lover(someday i will go there, I make a promises to my self)
my fav food is bakso(meetball), mie ayam(chicken noodle)
my fav actor is Johnny Depp(always love him, he sooooooo hooooot), Mel Gibson(love his work), John Travolta, Nicholas Cage, Tommy Lee Jones
My fav actress is Nicole Kidman N Angelina Jolie
My real life hero is MY FATHER
My fav Hero is Spyderman
I'm a big fan of LIVERPOOL FC(specially STEVEN GERRARD and MICHAEL OWEN)
call me crazy....but I LOVE city of LONDON, UK(someday I will go there and take all my family to live there)....
(^_^)

107.2 Complete these sentences with at, in, or on and the most likely of these words and phrases. ( A, B & C ).

Excercise


The week before Christmast Midnight Lunch The 4th July Half an hour a moment

1. I was talking so much at lunch that my food went cold

2. I shouldn’t take long to repair your watch. Come back at half an hour and i’ll have it.

3. I was very busy at work and i ended up buying all my present on the week before christmast.

4. It’s holiday in USA on the 4th july

5. She put her head on the pillow, closed her eyes and in a moment wast fast asleep.

6. The children were still running around the streets on midnight, when they should have been in bed.

107.3 Put at, in, or – if no preposition is needed. ( A, B, C & D ).

Excercise


1. A : “ what are you doing on easter? “

B : “ we haven’t decided yet.”

2. it’s traditional here to celebrate in the first day of spring.

3. A woman sitting next to me at dinnet split her drink all over me.

4. Chan took power in military coup on the beginning of the decade.

5. She held the world record for seven years in the 1970s

6. At his arrival in Thailand, Mr Surat feel ill and spent the next five weeks in hospital

7. I was woken up at the middle of the night by a helicopter going overhead.

8. I had get up at the night to close the window.

9. We meet in every Saturday afternoon to go shopping.

10. he had to leave at a quarter to six this morning to catch the train.

11. i’m afraid she’s left now, but you’ll be able to see her on the day after tomorrow.

12. Don’t worry, the exam will be over in a couple of hours.

13. These pink roses have a beautiful smell witch becomes stronger in the evening

14. The programme was shown on television at one afternoon last week.

15. He painted the whole hose in only three days.

16. We all met on Easter day and went for a long walk accross the hills.

17. I generally get my salary on the fifth of the month.

18. Until i changed my job, i used to lie awake at night worrying about work.

Senin, 03 Mei 2010

Mengubah active menjadi passive

1) Somebody had cleaned the room.
# The room had been cleaned by somebody.
2) They have postpone the meeting.
# The meeting have been postpone by them.
3) Somebody is using this computer.
# This computer is being used by somebody.
4) I didn't realize that somebody was recording our conversation.
# I didn't realize that our conversation was being recording by somebody.
5) They are building a new ring road.
# A new ring road are built by them.
6) They have built a new hospital.
# A new hospital has been built by them.
7) Somebody stole my bag.
# My bag was stolen by somebody.
8) She made this cake.
# This cake was made by her.
9) She is teaching this class.
# This class is being teached by her.
10) Has a dog ever bitten you?
# Have you ever bitten by a dog?

Kamis, 22 April 2010

Question how, who, why, what, when, where

1. Somebody hit me.
= who did somebody hit?
2. Three students attended the class.
= how many students attended the class?
3. Mr. Adam found guilty.
= who does found guilty?
4. She is wearing the hat.
= what is she wearing?
5. Somebody stole the bag.
= what did somebody stole?
6. This book belongs to hery.
= who does this book belongs?
7. The word means something.
= what does the word mean?
8. He is explaining the subject very clearly.
= how does he explaining the subject?
9. This book costs Rp. 50.000
= how does this book costs?
10. She whises to talk to president.
= who does she whises to talk to?
11. She was talking to a stranger.
= what does she talking to?
12. She arrived here yesterday.
= when did she arrived?
13. Children like icecream very much.
= what do children like very much?
14. Her father could speak english.
= what could her father speak?
15. Nancy drove her car very slowly.
= how did nancy drive her car?

Jumat, 06 November 2009

Markov Chains

Rantai Markov

Pengantar
Andre: Andreevich Markov (2 juni 1856 - 20 Juli, 1922) adalah seorang fisikawan Rusia. Dalam usahanya untuk menjelaskan secara matematik gejala alam yang dikenal dengan gerak Brown (Brownian motion), ia menemukan sebuah fakta yang kemudian dikenal sebagai Rantai Markov (Markov Chain) atau (1906-1907). Konstruksi matematik proses Markov yang benar dengan trajektori -trajektori yang berkesinambungan pertama kali dilakukan oleh N. Wiener pada tahun 1923. Selanjutnya, teori umum proses Markov dikembangkan oleh A.N. Kolmagorov, W. Feller, W Doeblin, P. Levy, pada tahun 1930 dan 1940.
Temuan A.A. Markov adalah:
"Untuk setiap waktu t, ketika kejadian adalah Kt, dan seluruh kejadian s Kt(j), hanya tergantung kepada kejadian Kt(j-1) dan tidak tergantung kepada kejadian - kejadian sebelumnya yaitu Kt(j-2), Kt(j-3), …, Kt(j-n) . “ebelumnya adalah Kt(j), …, Kt(j-n) yang terjadi dari proses yang diketahui, probabilitas seluruh kejadian yang akan datang
Pada umumnya riset operasional bertujuan untuk mengambil keputusan yang optimal atas suatu permasalahan. Namun analisis markov digunakan untuk menghasilkan suatu informasi probabilistik yang dapa digunakan untuk membantu pengambilan keputusan. Dengan kata lain teknik-teknik yang lain dalam riset operasional pada umumnya merupakan teknik optimisasi sedangkan pada analisis markov merupakan teknik deskriptif.
Rantai Markov adalah suatu teknik matematik yang biasa digunakan untuk melakukan pembuatan model bermacam-macam system dan proses bisnis. Teknik ini dapat digunakan untuk memperkirakan perubahan-perubahan yang akan terjadi di waktu yang akan dating dalam variable-variabel dinamis atas dasar perubahan-perubahan variable tersebut di waktu lampau.


1. CIRI-CIRI PROSES MARKOV
Probabilitas transisi adalah perubahan dari satu status ke status yang lain pada periode (waktu) berikutnya dan merupakan suatu proses random yang dinyatakan dalam probabilitas.
Untuk lebih jelasnya akan digunakan sebuah contoh kasus pada kendaraan umum. Dalam kasus ini terdapat 2 buah state (kondisi/status) yaitu narik atau mogok. Jadi kendaraan umum tersebut akan selalu berada pada salah satu dari 2 state tersebut, jika tidak narik maka mogok.
Agar dapat digunakan dalam proses markovdibutuhkan beberapa asumsi seperti berikut:
a. Jika state kendaraan saat ini adalah nerik maka hanya ada dua kemungkinan untuk kondisi waktu(hari) berikutnya yaitu narik kembali atau mogok, sehingga jumlah probabilitas transisi pada setiap baris adalah satu.
b. Probabilitas transisi itu tidak akan berubah untuk selamanya.
c. Probabilitas transisi hanya tergantung pada status skarang bukan status periode sebelumnya.

Gambaran mengenai rantai Markov ini kemudian dituangkan ke dalam Peraga 16.1 di mana gerakan - gerakan dari beberapa variabel di masa yang akan datang bisa diprediksi berdasarkan gerakan - gerakan variabel tersebut di masa lalu. Kt4 dipengaruhi oleh kejadian Kt3, Kt3 dipengaruhi oleh kejadian Kt2, dan demikian seterusnya di mana perubahan ini terjadi karma peranan probabilitas transitional (transitional probability). Kejadian Kt2 misalnya, tidak akan mempengaruhi kejadian Kt4 Karakteristik model seperti ini telah memungkinkan eksplorasi penerapan di berbagai bidang, misalnya :
1. 1965 Mencantumkan jumlah pom bensin yang harus dibuat oleh perusahaan minyak pada suatu daerah pemasaran. ( Philip H. Harting and James L. Fisherj
2. 1966 Menentukan jumlah optimal panggilan telepon yang harus dibuat oleh seorang salesman agar dapat menghasilkan untung, sebelum ia memutuskan bahwa tiap telepon yang ia buat berikutnya adalah sia-sia. [A Shuman]
3. 1972 Mengevaluasi strategi penentuan harga [John R. Nevin]
4. 1973 Menganalisa perilaku konsumen dan pengaruh dari kesetiaan terhadap merek dan tujuan meningkatkan segmentasi pasar [Jim Wong]
5. 1973 Menganalisa fluktuasi biaya keamanan [T. M. Tynu]
6. 1973 Menentukan kebutuhan tenaga kerja [Young and Neilson]









Karena sifatnya yang berantai tersebut, maka teori ini dikenal pula dengan nama Rantai Markov. Dengan demikian Rantai Markov akan menjelaskan gerakan-gerakan beberapa variabel dalam satu periode waktu di masa yang akan datang berdasarkan pada gerakan-gerakan variabel tersebut di masa kini. Secara matematik dapat di tulis
Kt(j) = P x Kt(j-1)
Dimana,
Kt(j) = Peluang Kejadian Pada tj
P = Frobabilitas Transisional
t(j) = Waktu ke-j.
Peluang kejadian Kt(j) dalam formulasi dinyatakan ke dalam bentuk vektor sehingga jumlah seluruh selnya akan selalu 100%.

MATRIKS PROBABILITAS TRANSISIONAL
Dinamika variabel yang diobservasi yang mempengarahi setiap kejadian dalam proses Markov dituangkan ke dalam sebuah matriks yang dikenal dengan probabilitas transisional (transi¬tional probability) yang berdimensi m x n. Dalam hal ini, aij mencerminkan peluang perubahan dari keadaan i ke keadaan j atau dari keadaan j ke keadaan i, tergantung kepada penempatannya, dari i dan ke j atau atau sebaliknya. Penempatan itu tentu saja akan membawa
PERAGA 16.2 Matrik Pobalitas transisio
x


konsekuensi pada operasi matriks. Tidak ada pedoman baku mengenai hal ini, maka beberapa penulis saling menempatkannya sesuai dengan kesenangan mereka.
Jika sebuah vektor yang berdimensi (l x m) dikalikan dengan matriks yang berdimensi (m x n), maka perkalian itu akan menghasilkan vektor yang berdimensi (l x n). Sebaliknya, jika matriks - matriks yang berdmensi (m x n) dikalikan dengan vektor yang berdimensi (n x l), maka perkalian itu akan menghasilkan vektor yang berdimensi (m x l). Dimensi vektor ini, sesuai dengan penjelasan mengenai penempatan dari dan ke, tentu saja harus menyesuaikan, dengan kaidah-kaidah dalam operasi matriks. Lihat Peraga 16.3.
PERAGA 16.3 Matrik probabilitas transisional.

x =
x =




Pada dasarnya, sebuah matriks probabilitas transisional mencerminkan sebuah proses transisi yang sedang terjadi dalam sebuah sistem selama kurun waktu tertentu, yaitu dari ti ke ti+1 seperti diperlihatkan pada Peraga 16.4. Proses itu akan menjelaskan kemungkinan perubahan variabel-variabel yang sedang diobservasi,















Jika 60% kondisi A tetap seperti semula, maka 40% akan berubah ke kondisi B. Sebaliknya, ada kemungkinan 50% kondisi B akan berubah ke kondisi A dan 50% kemungkinan kondisi B akan tetap seperti semula. Pola kemungkinan ini dapat dituangkan ke dalam bentuk tabel seperti pada Peraga 16.5






PERAGA 16.5 Tabel transisional
Dari
Status(saat ini) Banyaknya Mobil
Hari 1 Hari 2
Narik 120 144
Mogok 100 76
Jumlah 220 220

Hari 1 Hari II Jumlah
Narik Mogok
Narik 70 50 120
Mogok 74 26 100
Jumlah 144 76 220

Tabel transisional pada Peraga 16.5 menjelaskan bagaimana proses transisi tersebut di tabulasi. Jika tabel itu dituangkan ke dalam sebuah matriks, maka kita akan memperoleh sebuah Matriks Probabilitas Transisional dengan dimensi (2 x 2). Lihat peraga 16.6

PERAGA 16.6 Matrik Probabilitas transisional


Hari I Hari II
Narik Mogok
Narik 70/120=0,5833 50/120=0,4167
Mogok 74/100=0,74 26/100=0,26

Namun demikian, seperti telah dibahas sebelum ini, tabulasi yang mencerminkan ke¬mungkinan proses perpindahan variabel yang diobservasi itu juga bisa disusun berbeda seperti terlihat pada Peraga 16.7.
PERAGA 16.5 Tabel transisional


AA A B
A
B 0,5833
0,74 0,4167
0,26

Maka, matriks dari tabel tersebut akan tampak seperti pada Peraga 16.8.

Vektor Kejadian dan Operasi Matriks
Sesuai dengan [16.1], peluang kejadian dituangkan ke dalam bentuk vektor yang jumlah sel¬ - selnya sebesar 1 dan dimensinya jelas akan tergantung kepada pilihan matriks probabilitas transisional yang dikehendaki. Matriks probabilitas transisional dengan format Peraga 16.6 jelas menghendaki dimensi vektor [2 x 1], jadi, dimensi vektor itu sangat vektor itu sangat tergantung format matriks probabilitas transisional yang dikehendaki agar operasi probabilitas matriks menurunkan hasil seperti dikehendaki oleh [16.1].
Jika di waktu t kemungkinan kejadian A adalah 60% dan kemungkinan kejadian 3 adalah 40%, maka distribusi kemungkinan ini bisa dituangkan ke dalam bentuk vektor dengan dimensi yang berbeda. Lihat Peraga 16.9.

PERAGA 16.9 Kejadian dan dimensi vektor
a) [0,5833 0,4167]
b) 0,5833
0,4167

Karena kemungkinan kejadian itu pada t(o) maka untuk mengetahui kemungkinan kejadian pada t(l), [16.1] bisa diterapkan yaitu:
Probabilitas kendaraan narik pada period eke-I jika period eke-1 narik, dilambangkan dengan:

Probabilitas narik Nn(i) Periode ke-1



Status awal

Probabilitas kendaraan mogok pada period eke-3 jika pada periode ke-1 mogok, dilambangkan dengan:

Probabilitas Mogok Mm(3) Periode ke-3



Status awal mogok

Jika kendaraan pada hari ke-1 narik maka berlaku probabilitas sebagai berikut:
Nn(1) = 1 sedangkan Mm(3) = 0
Jika probilitas di atas disusun ke dalam vector baris, maka kita dapatkan:
Nn(1) Mm(3)) = (1 0)
Adapun rumus untuk mencari probabilitas periode berikutnya (i+1) adalah:
(Nn(i=1)) (Mn(i=1)) = (Nn(i) Mn(i)) x matrix Probabilitas Transisi
Bila rumus di atas kita gnakan untuk mencari probabilitas hari ke-2, maka:

(Nn(2) Mn(2)) = (Nn(1) Mn(1)) x 0,5833 0,4167
0,74 0,26



a) [1 0] x [16.5]



atau,
Kt(j) = K t(j-1) x P
x = [16.5]
Jadi, format manapun yang dikehendaki sebenarnya akan menghasilkan hasil yang sama. Dengan menggunakan cara yang sama kita akan dapatkan status untuk periode-periode berikutnya sebagai berikut:
(Nn(3) Mn(3)) = (0,6486 0,3514)
(Nn(4) Mn(4)) = (0,6384 0,3616)
(Nn(5) Mn(5)) = (0,6400 0,3400)
(Nn(6) Mn(6)) = (0,6397 0,3603)
(Nn(7) Mn(7)) = (0,6398 0,3602)
(Nn(8) Mn(8)) = (0,6398 0,3602)
Terlihat bahwa perubahan probabilitas semakin lama semakin mengecil sampai akhirnya tidak tampak adanya perubahan. Probabilitas tersebut tercapai mulai dari periode ke-7, dengan probabilitas status:
Nn(7) Mn(7)) = (0,6398 0,3602)
Ini berarti pemilik kendaraan dapat menarik kesimpulan bahwa jika awalnya kendaraan berstatus narik, setelah beberapa periode di masa depan probabilitasnya narik adalah sebesar 0,6398 dan probabilitasnya mogok adalah sebesar 0,3602.
Untuk perhitungan probabilitas status hari pertama mogok dapat kita cari dengan metode yang sama dan akan kita dapatkan probabilitas yang akan sama untuk periode selanjutnya, mulai dari periode ke-8. Adapun probabilitas pada periode ke-8 adalah:
(Nn(8) Mn(8)) = (0,6398 0,3602)

HIGH ORDER DAN LOW ORDER MARKOV
Probabilitas Transisional dalam pembahasan selama ini selalu sama untuk seluruh j. Probabilitas Transisional yang selalu sama untuk setiap j disebut Low Order. Beberapa aplikasi telah membuktikan bahwa penggunaan Low Order Markov pada bidang - bidang tertentu valid pada j yang berbeda. Untuk kasus Low Order Markov, [ 16.9] bisa digunakan.
Namun demikian, untuk kasns - kasus tertentu pula pengaruh perubahan lingkungan mungkin menguhah peluang perubahan pada setiap j. Hal ini menyebabkan probabilitas transisional pada setiap j bisa berbeda. Probabilitas transisional yang berbeda untuk setiap j disebut High Order Markov. Tentu saja [16.9] tidak bisa digunakan dan [16.1] harus digunakan untuk setiap J.


Steady State Probability
Dalam banyak kasus, proses markov akan menuju pada Steady State (keseimbangan) artinya setelah proses berjalan selama beberapa periode, probabilitas yang dihasilkan akan bernilai tetap, dan probabilitas ini dinamakan Probabilitas Staedy State.
Untuk mencari Probabilitas Steady State dari suatu matrix Transisi, maka kita dapat menggunakan rumus:
(Nn(i=1) Mn(i=1)) = (Nn(i) Mn(i)) x Matrix Probabilitas Transisi
Karena Steady State akan menghasilkan probabilitas yang sama pada period eke depan maka rumus tersebu akan berubah menjadi”
(Nn(i) Mn(i)) = (Nn(i) Mn(i)0 x Matrix Probabilitas Transisi
Dari contoh kasus di atas dengan hari ke-1 narik, maka kita dapatkan:\
0,5833 0.4167

0,74 0,26



Untuk mengurangi keruwetan, periode (i) dapat di hilangkan, karena pada saat Steady State tercapai periode tidak mempengaruhi perhitungan. Sehingga perhitungan di atas akan menjadi:
(Nn Mn) = (Nn Mn) x 0,5833 0,4167
0,74 0,26



Dari perhitungan di atas akan menghasilkan persamaan berikut:
Nn = 0,5833 +0,74Mn……………………………………(1)
Mn = 0,4167 = 0,26Mn…………………………………..(2)
Karena salah satu ciri proses Markov adalah:
Nn(i) = Mn(i) = 1, maka:
Nn = Mn = 1 Mn = 1 – Nn
Dengan menstubstitusikan Mn = 1 – Nn ke persamaan (1) didapatkan:
Nn = 0,5833Nn + 0,74(1-Nn)
Nn = 0,5833Nn = 0,74 – 0,74Nn
1,1567Nn = ),74
Nn = 0,6398
Lalu kita masukkan nilai Nn = 0,6398 ke dalam persamaan (2) didapatkan:
Mn = 0,3602
Dari contoh kasus kita ketahui bahwa pemilik kendaraan memiliki 220 kendaraan. Dengan menggunakan Probabilitas Steady State yang sudah kita dapatkan, pemilik dapat menharapkan jumlah kendaraan setiap harinya narik atau mogok sebanyak:
Narik : Nn x 220 = 0,6398 x 220 = 140,756 atau sebanyak 141 kendaraan.
Mogok : Mn x 220 = 0,3602 x 220 = 79,244 atau sebanyak 79 kendaraan.
Terlihat dari contoh kasus di atas, menunjukkan bahwa Analisis Markov sebenarnya tidak memberikan solusi atau keputusan, namun analisis tersebut memberikan informasi yang dapat membantu pembuatan keputusan.

Waspada Jamu Oplosan

PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Langkah apa yang harus ditempuh? Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep tujuan menghalalkan segala cara. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Kalau sudah demikian, pengusaha yang menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi.
Terjadinya perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya, makin hari semakin meningkat. Tindakan mark up, ingkar janji, tidak mengindahkan kepentingan masyarakat, tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis.
Secara sederhana etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum. Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya. Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung.
Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya, ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang.
Salah satu contoh yang selanjutnya menjadi masalah bagi pemerintah dan dunia usaha adalah masih adanya pelanggaran terhadap upah buruh. Hal lni menyebabkan beberapa produk nasional terkena batasan di pasar internasional. Contoh lain adalah produk-produk hasil hutan yang mendapat protes keras karena pengusaha Indonesia dinilai tidak memperhatikan kelangsungan sumber alam yang sangat berharga.
Pelanggaran etika bisnis itu dapat melemahkan daya saing hasil industri dipasar internasional. Ini bisa terjadi sikap para pengusaha kita.
Lebih parah lagi bila pengusaha Indonesia menganggap remeh etika bisnis yang berlaku secara umum dan tidak pengikat itu.
Kecenderungan makin banyaknya pelanggaran etika bisnis membuat keprihatinan banyak pihak. Pengabaian etika bisnis dirasakan akan membawa kerugian tidak saja buat masyarakat, tetapi juga bagi tatanan ekonomi nasional. Disadari atau tidak, para pengusaha yang tidak memperhatikan etika bisnis akan menghancurkan nama mereka sendiri dan negara.

PEMBAHASAN
Waspada Jamu Oplosan
Jamu yang termasuk sebagai salah satu obat tradisional yang selama ini sangat dipercaya keasliannya oleh konsumen ternyata menyimpan banyak misteri. Yang telah terkuak adalah penggunaan obat-obat kimia sebagai campuran dalam jamu. Tujuannya agar jamu yang dikonsumsi tersebut manjur alias langsung berkhasiat bila dikonsumsi.

Jamu oplosan sudah menjadi fenomena tersendiri selama beberapa hari belakangan. Maklum saja, pengguna jamu bukan saja dari kalangan bawah saja, tidak sedikit dari kalangan menengah ke atas yang juga mengkonsumsi jamu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan kurang lebih sebanyak 93 produk jamu dilarang beredar dipasaran. Hal ini dikarenakan produk-produk jamu tersebut ternyata mengandung obat-obat kimia berbahaya. Hasil penelitian yang telah dilakukan BPOM ini menemukan beberapa bahan kimia obat yang dicampurkan dalam produk jamu diantaranya metampiron, fenilbutason, deksametason, alluporinol, CTM, sildenafil sitrat, sibutramin hidroklorida dan parasetamol.

Deksametason dapat menyebabkan moon face, retensi cairan dan elektrolit, hiperglikemia, glaukoma (tekanan dalam bola mata meningkat), gangguan pertumbuhan, osteoporosis, daya tahan terhadap infeksi menurun, miopati (kelemahan otot), lambung gangguan hormon dan lain-lain.
Fenilbutason dapat menyebabkan mual, muntah, ruam kulit, retensi cairan dan elektrolil (edema), pendarahan lambung, nyeri lambung dengan pendarahan atau perforasi, reaksi hipersensitivitas, hepatitis, nefritis, gagal ginjal, leukopenia, anemia aplastik agranulositosis dan lain-lain.
Metapiron dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan seperti mual, pendarahan lambung, rasa terbakar serta gangguan sistem saraf seperti tinitus (telinga berdenging) dan neuropati, gangguan darah, pembentukan sel darah terhambat (anemia aplastik), agranulositosis, gangguan ginjal, syok, kematian dan lain-lain.

CTM dapat menyebabka mengantuk, sukar menelan, gangguan saluran cerna, pusing, lelah tinitus (telinga berdenging), diplopia (penglihatan ganda), stimulasi susunan saraf pusat terutama pada anak-anak berupa euforia, gelisah, sukar tidur, tremor, kejang.
Sibutramin hidroklorida dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi), denyut jantung serta sulit tidur. Obat ini tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat penyakit arteri koroner, gagal jantung kongestif, aritmia atau stroke.

Berdasarkan pembuktian khasiat dan keamanan dalam penggunakannya, Obat Asli Indonesia (OAI) dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu jamu, obat herba terstandar dan fitofarmaka. Obat tradisional menurut undang-undang (UU) Kesehatan Republik Indonesia (RI) No.23/1992 yang tercantum dalam pasal 1 butir 10 menyebutkan bahwa obat traditional adalah obat yang menggunakan bahan dasar yang berupa tumbuhan, bahan hewan, mineral, sari-sarian (galenik) atau campuran bahan-bahan tersebut secara turun temurun digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Berdasarkan UU diatas, Jamu yang mengandung zat-zat kimia tidak dapat dikatakan sebagai obat traditional.

Masyarakat Indonesia harus waspada karena terdapat 54 macam jamu yang saat ini tengah beredar di Indonesia. Dan jika kandungan BKO dalam jamu tidak sesuai dengan dosis yang benar maka dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital. Ternyata kasus jamu ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia, mereka biasa menjadikan jamu sebagai obat alternative pengganti obat-obatan dari dokter. Banyak juga yang lebih memilih jamu dari pada obat dari dokter. Dari informasi yang diperoleh dari internet (http://carakusehat.blogspot.com) ada beberapa zat kimia yang menjadi campuran pada jamu. Diantara zat kimia tersebut adalah golongan antipiretik dan analgetik. Kedua golongan tersebut berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit seperti sakit kepala, gigi, pinggang, nyeri otot, sendi, dan sakit saat haid. Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi zat tersebut adalah rasa mual, ingin muntah, diare, luka pada saluran pencernaan, anemia, dan gangguan fungsi hati. Selain itu ada campuran bahan kimia lain yaitu golongan obat steroiddan non steroid. Dan efek campuran obat kimia tersebut adalah gangguan elektolit ciran tubuh hingga terjadi hipoglisemia, hipotensi, hipertensi, mual, muntah, dan sebagainya.
Bila anda merasakan khasiat jamu sesaat setelah menkonsumsi jamu maka anda wajib curiga. Karena jamu bukanlah zat kimia aktif jadi jamu yang tanpa BKO akan “bekerja” secara lambat.
Daftar nama jamu yang mengandung BKO (sumber BPOM) yaitu:
01. Pay Na Ran Sinar Laba-Laba (Cilacap) Fenilbutason Deksametason
02. Pegal Linu/Cien Sen San Jaya Asli (Cilacap) Fenilbutason Deksametason Antalgin
03. Akar Lawang Super Prima Prima Jaya (Banyumas) Antalgin Fenilbutason
04. Akar Lawang Stamina Idem
05. Serbuk Manjur Antik Manjur Jaya (Cilacap) Idem
06. Manjur Sehat Wanita Idem Fenilbutason
07. Manjur Sehat Laki-laki Idem Antalgin
08 Manjur Langsingset Idem Furosemid
09. Sir Angin Kaplet Idem Antalgin
10. Manjur Sir Angin Idem Coffein
11. Manjur Gemuk Sehat Idem Idem
12. Sesak Nafas No 7 Idem Teofilin
13. Serbuk No 1 (Gemuk) Candi Mas Purba (Cilacap) Deksametason
14. Serbuk No 2 (Rematik) Idem Fenilbutason Antalgin
15. Serbuk No 3 (Pelangsing) Idem Fenilbutason
16. Kitla Idem Antalgin Talbutamid Klorpropamid
17. Runrah Idem Antalgin
18. Sesak Nafas Idem Teofilin, Antalgin
19. Sesak Nafas Subur Sejati (Cilacap) Teofilin, Coffein
20. Tanggul Darah, Idem
21. Amrat Idem Fenilbutason,Antalgin, Coffein
22. Galian Rapet Idem Coffein
23. Karomah Sehat Idem Fenilbutason, Coffein
24. Super Rematik No 2 Ragil Santosa (Cilacap) Antalgin
25. Serbuk Pegal Linu Akar Pribumi (Banyumas) Antalgin Akar Pribumi,Fenilbutason
26. Pegal Linu Cap Liur Walet Sabuk Kuning (Banyumas) Antalgin
27. Rheumatik/Encok Jaya Guna (Cilacap) Idem
28. Pegal Linu Langgeng Langgeng Sentosa (Cilacap) Fenilbutason
29. Pegal Linu Pusaka Jaya Pusaka Jaya (Cilacap) Idem
30. Jarem (Encok) Sari Alam (Cilacap) Antalgin DeksametasonFenilbutason
31. Pegal Linu No 2 Serbuk Ratu (Cilacap) Antalgin
32. Bunga Tanjung Pamijahan (Cilacap) Antalgin
33. Tablet Obat Kuat Narpan Aneka Sari (Cilacap) Parasetamol
34. Pegal Linu Plus Rempah Inti Mujarab (Cilacap) Parasetamol

SARAN DAN KRITIK

Hingga saat ini, produsen jamu kimia dan oplosan yang rata-rata berskala kecil dan menengah ini terus beroperasi. Penanganan dari pemerintah dan pemerintah daerah sendiri tak jelas. Seharusnya seluruh pihak harus lebih pro aktif, karena demi masyarakat.
Untuk amannya, masyarakat harus hati-hati mengkonsumsi produk jamu. Apalagi jamu dengan nama atau merek yang tidak jelas dan nama perusahaannya pun tidak dikenal secara baik oleh masyarakat. Untuk amannya, konsumen jamu lebih mengkonsumsi jamu dari perusahan-perusahaan besar seperti Jamu Nyonya Meneer, Jamu jago, Air Mancur, Sido Muncul, dan lainnya. Kalau untuk merek-merek jamu yang kurang terkenal, konsumen bisa menanyakannya langsung ke penjual atau produsen bahkan BPOM setempat.
Jadi harus ada kesadaran masyarakat dan disosialisasikan kepada mereka tentang bahaya jamu kimia dan jamu palsu. Saat beli harus diteliti kemasannya dan mereknya. Produk jamu dari merek-merek yang ternama tentunya lebih aman, karena produsennya pro aktif memnuhi ketentuan dan aturan yang ada.

Rabu, 04 November 2009

Penggunaan minyak babi pada mi goreng

banyak orang percaya bahwa bila masakan yang menggunakan minyak babi, akan membuat masakan tersa lebih enak daripada masakan yang menggunakan minyak goreng biasa. hal ini terbukti dari nikmat dan lezatnya masakan- masakan cina yang memang manggunakan minyak babi.
Maka hal ini digunakan pedagang mie goreng di daerah PM(saya tidak bisa menyebutkan tempat, oleh karena banyak hal). Tergiur ole keuntungan karena lebih lakunya jualan mie goreng yang menggunakan minyak babi, pedagang ini yang sebenarnya adalah penganut agama islam, dengan seenakya menjual mie gorengnya yang memang bukan seluruhnya yang bermukim di tempat itu adalah oarang muslim tapi hal ini sangat diluar kode etik agama dan bisnis yang notabenenya menganut kode etik islam.
Laba yang diperoleh akan lebih banyak dikarenakan banyaknya pembeli dan walaupun pedagang ini menetapkan harga yang mahal seperti Rp 10.000 s/d Rp 15.000 seporsi, para pembeli akan terus berdatangan tanpa menperdulikan harga.
jika dipertanyakan apakah hal ini melanggar kode etik bisnis? tentu saja, karena seperti yang sudah saya tulis di atas bahwa negara kita ini menganut etika bisnis yang berasaskan kode etik islam.

Ayam Tiren

Tiren adalah singkatan dari Mati Kemaren. Belakangan ini, kata Tiren digabungkan dengan kata yang lain. Gabungan itu adalah ‘Ayam Tiren’.
Apa itu ayam tiren? Ayam tiren berarti ayam bangkai. lalu bagaimana bila ayam bankai ini di jual di pasaran? Untuk apa? Untuk dimasak dan tanpa sadar kita konsumsi.
Tapi bukankah setiap ayam yang dijual memang sudah mati? Memang benar, ayam yang dijual di pasaran sudah mati. Tapi sebelum dijual, ayam itu masih hidup sehat dan baru dipotong. Ada perbedaan besar antara ayam tiren dengan ayam biasa. Yaitu, sebelum dijual dan dipotong pun, ayam tiren itu sudah mati dan menjadi bangkai.
Jadi tanpa sadar, kita bisa memakan bangkai ayam. Dimana ayam yang sudah mati itu, kemungkinan mati karena sakit. Bayangkan saja, kita memakan daging yang penuh penyakit. Rasanya tidak bisa dibayangkan, memakan bangkai, sangatlah mengerikan.
Lalu kenapa, ayam bangkai itu bisa dijual? Sebagai masyarat awam, kita tidak tahu apakah itu ayam tiren atau bukan —di sini saya sebut sebagai ayam biasa. Dan dengan bebasnya, membelinya kemudian mengkonsumsinya. Alasan yang dikemukan oleh para penjual ataupun pembeli ayam tiren itu adalah alasan klasik. Yaitu Ekonomi.

Kenapa alasan ekonomi? Sebab ayam tiren itu jauh lebih murah dari harga ayam biasa. misalnya harga ayam biasa dipasaran sekitar 15 ribu untuk 1 kilo. Dan satu ayam itu, bisa lebih atau kurang dari 1 kilo. Sedangkan harga ayam tiren, dijual per potongnya —tanpa melihat ukurannya— hanya 2 ribu rupiah. Murah bukan? Terlalu amat sangat murah untuk ukuran seekor ayam.
Karena harga yang murah itulah, banyak orang tergoda untuk membelinya. Bagi masyarakat bawah ataupun masyarakat menengah, harga ayam yang murah menjadi pilihan. Mereka tidak mungkin curiga kenapa harganya semurah itu dari yang biasa. Apalagi di jaman yang serba mahal ini, tanpa pikir panjang mereka pasti akan membelinya.
Penjualnya ayam tiren itu sendiri tak lain dan tak bukan, yaitu pegawai di pemotongan ayam. Wow, mengerikan sekali. Pegawai pemotongan itu, mengumpulkan ayam yang mati karena sakit ataupun sebab yang lain, dan menjualnya ke pedagang. Pedagang inilah yang kemudian tanpa merasa bersalah, menjualnya ke masyarakat. Karena Tergoda oleh keuntungan yang besar yang akan di dapat oleh pedagang, tanpa memperdulikan konsekuensi yang akan di tanggung oleh pembeli yang akan memakan ayam tiren tersebut, pedagang menjual ayam tiren seenak mereka. Banyak para pedagang yang menjual ayam tiren mengaku bahwa ayam yang mereka jual adalah ayam segar yang baru di potong dan langsung di jual.